Authentication
315x Tipe PDF Ukuran file 0.35 MB Source: repository.ugm.ac.id
DISERTASI
SINTESIS ANALOG BENZALASETON MENGGUNAKAN KATALIS
NaOH/ZrO -MONTMORILONIT DAN UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI
2 ANTIOKSIDAN
SYNTHESIS OF BENZALACETONE ANALOGUE OVER NaOH/ZrO2-
MONTMORILLONITE AS CATALYST AND ITS ANTIOXIDANT
ACTIVITY TEST
Disertasi untuk memperoleh derajat Doktor dalam Ilmu Kimia pada
Universitas Gadjah Mada
SRI HANDAYANI
08/276575/SPA/00210
PROGRAM STUDI S3 ILMU KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2012
i
RINGKASAN
Secara umum, antioksidan adalah suatu senyawa yang dapat menunda,
menghambat dan mencegah reaksi oksidasi. Antioksidan dapat dibedakan menjadi
dua yaitu antioksidan alami dan sintetik. Antioksidan alami diperoleh dengan cara
ekstraksi dari tumbuhan, baik dari buah, biji, kayu batang, kulit kayu, daun, akar
maupun dari bunganya. Sedangkan antioksidan sintetik dapat diperoleh dari reaksi
kimia dan diproduksi untuk tujuan komersial seperti BHA (butylated hydroxy
anisole) dan BHT (butylated hydroxy toluene).
Beberapa senyawa dibenzalaseton dengan substituen metoksi dan hidroksi
menunjukkan tingkat aktivitas antioksidan yang bervariasi. Dari berbagai literatur
diketahui bahwa senyawa polifungsional dengan struktur benzena terkonjugasi
dengan ikatan rangkap sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai antioksidan
dan banyak dijumpai pada tumbuh-tumbuhan. Senyawa metabolit sekunder sangat
kecil kandungannya di alam sehingga membutuhkan proses yang panjang untuk
memperoleh senyawa murninya. Oleh karena itu perlu dicari alternatif lain untuk
menyediakan suatu senyawa antioksidan baik dengan cara sintetik maupun
semisintetik dengan mengembangkan metode sintesis yang telah ada.
Telah dilakukan sintesis analog benzalaseton meliputi senyawa
benzalaseton, dibenzalaseton dan 1,5-dibenzalaseton. Sintesis analog benzalaseton
yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan reaksi kondensasi aldol silang
antara benzaldehida dan aseton dengan berbagai kondisi reaksi. Beberapa kondisi
reaksi tersebut diantaranya adalah perubahan rasio mol reaktan, penggunaan
katalis homogen baik asam maupun basa serta penggunaan katalis kooperatif
NaOH/ZrO2-montmorilonit. Tujuan variasi rasio mol reaktan adalah untuk
menentukan target senyawa. Jika target senyawa adalah benzalaseton maka
digunakan rasio mol benzaldehida-aseton 1:2. Semakin banyak mol aseton yang
digunakan maka efisiensi reaksi akan semakin besar. Hal ini dilakukan untuk
mencegah terbentuknya dibenzalaseton sebagai hasil samping. Jika target
senyawa adalah dibenzalaseton maka rasio mol benzaldehida-aseton yang
digunakan 2:1. Jika benzaldehida yang digunakan berlebih maka hasil akan
1
2
semakin baik. Jika target senyawa adalah 1,5-dibenzalaseton maka
digunakan rasio mol yang sama antara 2 macam benzaldehida yang berbeda
dengan aseton. Sintesis 1,5-dibenzalaseton belum pernah dilakukan sebelumnya
oleh peneliti lain.
Reaksi kondensasi aldol silang umumnya menggunakan katalis basa
seperti natrium hidroksida maupun kalium hidroksida. Sintesis
metoksidibenzalaseton pada penelitian ini dilakukan melalui reaksi kondensasi
aldol silang dengan katalis basa. Sintesis hidroksidibenzalaseton dilakukan
melalui reaksi kondensasi aldol silang menggunakan baik katalis asam maupun
basa. Beberapa senyawa benzalaseton dan 1,5-dibenzalaseton disintesis
menggunakan bahan dasar aseton dengan benzaldehida dan beberapa turunannya.
Sintesis beberapa senyawa benzalaseton dan 1,5-dibenzalaseton yang secara teori
memiliki rendemen kecil dilakukan melalui reaksi kondensasi aldol silang
menggunakan katalis kooperatif NaOH/ZrO -montmorilonit serta dibandingkan
2
dengan hanya menggunakan katalis NaOH saja.. Penggunaan katalis kooperatif
pada sintesis analog benzalaseton ini belum pernah dilakukan sebelumnya oleh
peneliti lain.
Semua senyawa hasil sintesis ditentukan aktivitasnya sebagai antioksidan
menggunakan metode penghambatan degradasi deoksiribosa. Selanjutnya
ditentukan harga IC50 dari semua senyawa hasil sintesis. Kajian hubungan
struktur-aktivitas dilakukan dengan cara menentukan harga BDE dari senyawa
yang memiliki struktur ArO· serta membandingkan dengan harga IC yang
50
diperoleh dari data percobaan.
Hasil sintesis senyawa metoksidibenzalaseton disajikan pada Tabel 1.
Senyawa hidroksidibenzalaseton disintesis menggunakan katalis asam dan basa.
Hasil sintesis senyawa hidroksidibenzalaseton disajikan pada Tabel 2.
3
Tabel 1. Beberapa senyawa metoksidibenzalaseton yang telah disintesis
dengan katalis NaOH
0
Nomor R=R' Rendemen Titik leleh ( C)
senyawa (%)
Hasil referensi
sintesis
1 - 62,99 110 108-110 (Khadimi dkk, 2012)
2 C4-OCH3 68,30 132 129 (Franco dkk, 2012)
3 C3-OCH ; C4-OCH 64,15 78 -
3 3
4 C2-OCH ; C5-OCH 64,00 102 98 (Khadimi dkk, 2012)
3 3
Tabel 2. Beberapa senyawa hidroksidibenzalaseton yang telah disintesis
menggunakan katalis NaOH dan HCl
Nomor R=R' Nama senyawa Rendemen (%)
senyawa
NaOH HCl
5 C2-OH 2,2'-dihidroksidibenzalaseton 60,15 -
6 C3-OH 3,3'-dihidroksidibenzalaseton 78,95 -
- C4-OH 4,4'-dihidroksidibenzalaseton - -
no reviews yet
Please Login to review.