Authentication
260x Tipe PDF Ukuran file 0.85 MB Source: repository.ump.ac.id
8
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. TINJAUAN TEORI
1. Kepatuhan
a. Pengertian
Kepatuhan (adherence) adalah suatu bentuk perilaku yang timbul
akibat adanya interaksi antara petugas kesehatan dan pasien
sehingga pasien mengerti rencana dan segala konsekwensinya dan
menyetujui rencana tersebut serta melaksanakannya (Kemenkes RI.,
2011).
Menurut Hasibuan (2003), menjelaskan bahwa kepatuhan
merukan kesadaran atau kesedian seseorang menaati suatu
peraturan dan norma-norma sosial yang berlaku. Kepatuhan yang
baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang
terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Hal ini cenderung
gairah kerja, semangat kerja, dan terwujudnya tujuan masyarakat,
maka setiap orang harus berusaha agar mempunyai kepatuhan yang
baik.
Kepatuhan seseorang dipengaruhi oleh perilaku kesehatan, yang
pada dasarnya perilaku kesehatan merupakan suatu respon
seseorang (organisme) terhadap stimulus yang berkaitan dengan
sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan serta lingkungan.
Perilaku terhadap sakit dan penyakit ini dengan sendirinya sesuai
dengan tingkat-tingkat pencegahan penyakit, yakni:
8
Gambaran Tingkat Kepatuhan..., Desi Sofiana, Kebidanan DIII UMP, 2015
9
1) Perilaku sehubungan dengan peningkatan dan pemeliharaan
kesehatan (health promotion behaviour). Misalnya : menjaga
kebersihan agar tidak terkena diare.
2) Perilaku pencegahan penyakit (health prevention behaviour).
3) Perilaku sehubungan dengan pencarian pengobatan (health
seeking behaviour). Misalnya : usaha mencari pengobatan untuk
balita yang diare ke Puskesmas.
4) Perilaku sehubungan dengan pemulihan kesehatan (health
rehabiitation behaviour) yaitu perilaku yang berhubungan dengan
usaha-usaha pemulihan kesehatan setelah sembuh dari suatu
penyakit. Misalnya : melakukan anjuran pemberian obat oleh
tenaga kesehatan pada balita diare.
b. Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan
Kepatuhan memberikan tablet Zinc merupakan salah contoh
perilaku kesehatan yang dilakukan sang ibu balita. Lawrence Green
dalam Notoatmodjo (2005), mengemukakan teori perilaku kesehatan
yang ditentukan oleh tiga faktor. Selanjutnya faktor perilaku
dipengaruhi oleh 3 faktor utama yaitu faktor-faktor predisposisi
(predisposing factors),faktor-faktor pemungkin (enabling factors) dan
faktor-faktor penguat (reinforcing factors).
1) Faktor predisposisi (predisposing factors), terwujud dalam
pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan dan nilai-nilai.
Faktor-faktor predisposisi mencakup pengetahuan dan sikap
masyarakat terhadap kesehatan, tradisi dan kepercayaan
masyarakat terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan,
Gambaran Tingkat Kepatuhan..., Desi Sofiana, Kebidanan DIII UMP, 2015
10
sistem nilai yang dianut masyarakat, tingkat pendidikan, tingkat
sosial ekonomi dan sebagainya. Hal di atas dapat berkaitan
dengan kepatuhan ibu balita dalam pemberian terapi pada anak
dan kesadaran ibu tersebut tentang perilaku kesehatan, kadang-
kadang kepercayaan, tradisi dan sistem nilai masyarakat juga
dapat mendorong atau menghambat ibu untuk melakukan
kepatuhan dalam pemberian obat pada balita. Kepercayaan,
tradisi sistem, nilai dimasyarakat setempat juga dapat
mempermudah (positif) atau mempersulit (negatif) terjadinya
perilaku seseorang (Notoatmodjo, 2005).
Faktor yang berhubungan dengan penentuan keputusan
bekerja atau tidaknya ibu balita, kemudian pekerjaan ibu balita
berhubungan dengan kepatuhan sang ibu memberikan obat-
obatan.
Sikap merupakan organisasi pendapat, keyakinan
seseorang mengenai obyek datau situasi yang relatif tetap yang
disertai adanya perasaan tertentu dan memberikan dasar kepada
orang tersebut untuk membuat respon atau perilaku dalam cara
tertentu yang dipilihnya. Dalam hal ini, kepercayaan dan dan
keyakinan termasuk salah satu dari tiga komponen pokok sikap
yaitu ide terhadap suatu obyek yang artinya bagaimana keyakinan
dan pendapat atau pemikiran seseorang terhadap obyek (Allport
dalam Notoatmodjo, 2005).
Faktor-faktor predisposisi yang telah diuraikan di atas akan
menghasilkan atau mempengaruhi keputusan bekerja pada ibu
Gambaran Tingkat Kepatuhan..., Desi Sofiana, Kebidanan DIII UMP, 2015
11
balita. Pekerjaan itu sendiri merupakan kegiatan atau aktivitas
utama yang dilakukan secara rutin sebagai upaya membiayai
keluarga dan menunjang kebutuhan rumah tangga. Salah satu
alasan yang paling sering dikemukakan bila ibu tidak memberikan
tablet Zinc secara teratur karena mereka harus bekerja, sehingga
pekerjaan ibu balita berhubungan dengan kepatuhan sang ibu
balita pemberian tablet Zinc.
2) Faktor pendukung (enabling factor), terwujud dalam lingkungan
fisik, tersedia atau tidak tersedianya fasilitas atau sarana
kesehatan. (Notoatmodjo, 2003). Faktor-faktor pemungkin
mencakup ketersedian sarana dan prasarana atau fasilitas
kesehatan bagi masyarakat, misalnya air bersih, tempat
pembuangan sampah, tempat pembuangan tinja, ketersediaan
makanan yang bergizi dan sebagainya, termasuk juga fasilitas
pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit, Poliklinik,
Posyandu, Polindes, Pos Obat Desa, dokter atau bidan praktek
swasta dan sebagainya. Untuk perilaku sehat, masyarakat
memerlukan sarana dan prasarana pendukung, pada pemberian
tablet Zinc juga dipengaruhi oleh faktor pemungkin dimana ibu
mungkin enggan memberikan tablet Zinc karena kurangnya
informasi mengenai tablet Zinc dari manfaat pemberian tablet
Zinc. Konseling ini pada hakekatnya mendukung atau
memungkinkan terwujudnya perilaku kesehatan, maka faktor-
faktor ini disebut faktor pendukung atau faktor pemungkin.
Gambaran Tingkat Kepatuhan..., Desi Sofiana, Kebidanan DIII UMP, 2015
no reviews yet
Please Login to review.