272x Filetype PDF File size 0.03 MB Source: eprints.poltekkesjogja.ac.id
STANDARDIZED NUTRITION CARE PROCESS IN TUBERCULOSIS
PATIENTS WITH DIABETES MELLITUS TYPE II
1 2 3
Devi Waryan Kurniawati , Isti Suryani , Idi Setiyobroto
Department of Nutrition Health Polytechnic Yogyakarta, St. Tata Bumi No.3
Banyuraden, Gamping Sleman, Yogyakarta
(Email: waryankurnia@gmail.com)
ABSTRACT
Background : Tuberculosis (TB) is a disease caused by the bacteria
Mycobacterium tuberculosis, which affects the lungs. Diabetes mellitus (DM)
is a risk factor for TB and can affect the presence of disease and response to
treatment. DM is defined as a chronic metabolic disorder with multi etiology
characterized by high levels of blood sugar accompanied by impaired
carbohydrate, lipid and protein metabolism as a result of insulin function
insufficiency. In Dr. Moewardi Hospital at the laboratory examination service
there were 310 cases of TB and DM, becoming the top 10 diseases that were
hospitalized. Management of appropriate nutritional care is needed to maintain
optimal nutritional status, prevent disease severity and accelerated healing.
Objective : To describe the implementation of PAGT in Tuberculosis patients
with Diabetes Mellitus Type II
Method : Case study. The location of the study at Dr. Moewardi Surakarta
Hospital. Research subjects were one patients with criteria. Primary data
obtained from measurements and interviews with respondents, while secondary
data obtained from medical records.
Results : Nutritional assessment of anthropometric data of patients has
underweight (malnutrition) status. Biochemical data obtained high blood
glucose and low Hb, physical/clinical data obtained by normal blood pressure
and dietary history are known that patients has bad eating habits. Nutritional
diagnosis includes the domain of intake, clinical and behavior, nutritional
interventions applied based on nutritional diagnosis problems, monitoring and
evaluation related to biochemical data, physical/clinical and patients food
intake.
Conclusion : From the results of the study it can be seen that patients has
malnutrition status, high blood glucose and low Hb, based on the
implementation of evaluation monitoring, the patients`s food intake has
increased.
Keywords: Tuberculosis, Diabetes Mellitus, Nutrition Care
1: Nutrition Department Student of Nutrition Health Polytechnic Yogyakarta
2: Lecturer Department of Nutrition Health Polytechnic Yogyakarta
3: Lecturer Department of Nutrition Health Polytechnic Yogyakarta
xii Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN
TUBERKULOSIS DENGAN DIABETES MELLITUS TYPE II
1 2 3
Devi Waryan Kurniawati , Isti Suryani , Idi Setiyobroto
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jl. Tata Bumi No.3 Banyuraden,
Gamping Sleman, Yogyakarta
(Email : waryankurnia@gmail.com)
ABSTRAK
Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh
bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang mempengaruhi paru-paru. Diabetes
mellitus (DM) merupakan faktor resiko TB dan dapat mempengaruhi
keberadaan penyakit serta respon terhadap pengobatan. DM didefinisikan
sebagai gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai
dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme
karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat dari insufisiensi fungsi insulin. Di
RSUD Dr. Moewardi pada pelayanan pemeriksaan laboratorium terdapat 310
kasus TB dan DM menjadi 10 besar penyakit yang mejalani rawat inap.
Penatalaksanaan asuhan gizi yang tepat diperlukan guna mempertahakan status
gizi yang optimal, mencegah keparahan penyakit dan mempercepat
penyembuhan.
Tujuan : Mendekripsikan pelaksanaan PAGT pada pasien Tuberkulosis
dengan Diabetes Mellitus Type II
Metode : Studi kasus. Lokasi penelitian di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.
Subyek penelitian satu pasien dengan kriteria. Data primer diperoleh dari
pengukuran dan wawancara dengan responden, sedangkan data sekunder
diperoleh dari rekam medis.
Hasil : Assessment gizi data antropometri pasien memiliki status gizi buruk.
Data biokimia diperoleh glukosa darah tinggi dan Hb rendah, data fisik/klinis
diperoleh tekanan darah normal dan riwayat makan diketahui memiliki
kebiasaan makan kurang baik. Diagnosis gizi meliputi domain asupan, klinis
dan behavior, intervensi gizi diterapkan berdasarkan permasalahan diagnosis
gizi, monitoring dan evaluasi berkaitan dengan data biokimia, fisik/klinis dan
asupan makan pasien.
Kesimpulan : Dari hasil penelitian dapat diketahui pasien memiliki status gizi
buruk, glukosa darah tinggi serta Hb rendah, berdasarkan pelaksanaan
monitoring evaluasi, asupan makanan pasien mengalami peningkatan.
Kata kunci : Tuberkulosis, Diabetes Mellitus, Asuhan Gizi
1
: Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
2
: Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
3
: Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
xiii Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
no reviews yet
Please Login to review.